Langsung ke konten utama

Postingan

Orang yang Tulus Hati

Orang yang Tulus Hati Matius 2:13-15. Hidup dengan tulus hati merupakan salah satu pengajaran yang disampaikan di dalam Alkitab. Hidup dengan tulus hati artinya tidak ada kepura-puraan di dalamnya. Ikhlas menjalani kehidupan ini. Tulus melakukan segala sesuatu tanpa mengharapkan apa-apa. Lalu bagaimana kita menilai apakah seseorang itu tulus hatinya ataukah tidak? Tentu kita pastinya akan mengalami kesulita untuk mendeteksi seseorang itu tulus hatinya atau tidak. Bukankah sering kali kita tertipu oleh penampilan luar seseorang yang kelihatannya tulus, sesungguhnya ia melakukan hal yang jahat di belakang kita. Namun, ketulusan hati tidak bisa hanya sebatas penilaian belaka, melainkan perlu dibuktikan seiring berjalannya waktu. Itulah yang diperlihatkan oleh penulis Injil Matius mengenai Yusuf dalam pasal 1 dan 2. Sebutan kepada Yusuf sebagai orang yang tulus hati - "Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud ...

Berkat Rahmat Tuhan

Berkat Rahmat Tuhan Sebagai orang beriman, kesuksesan yang kita raih juga berkat bantuan Tuhan. Tuhan berperan dalam hidup kita. Tuhan tidak hanya menonton kita berusaha mati-matian untuk memajukan hidup kita. Tuhan ikut serta dalam setiap usaha dengan rahmatNya. Namun sering manusia kurang menyadari hal ini. Manusia lebih mudah meninggalkan Tuhan dan berjuang sendirian. Karena itu, kita dituntut untuk senantiasa terbuka terhadap rahmat Tuhan itu. Dengan demikian, kita dapat meraih sukses dalam hidup kita. Hidup ini menjadi sungguh bermakna dan membahagiakan. 1). Roh Tuhan harus senantiasa penuh di dalam kita Luk. 4:18-19 “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; … Dalam kata-kata “Roh Tuhan ada pada-Ku”, tersirat pengertian bahwa Roh Tuhan ada pada Yesus untuk menolong Dia atau memberikan kuasa kepada-Nya untuk melakukan banyak hal dalam pekerjaan yang Bapa percayakan. Kata-kata “mengurapi” berarti,...

TERUS BERTUMBUH

TERUS BERTUMBUH Kolose 2:6-15) Sebagian umat Kristiani menganggap bertumbuh dalam Kristus artinya kita hanya bertumbuh di dalam Kristus dengan rajin berdoa dan beribadah. Jika kita mengartikan tumbuh dalam Kristus dengan rajin berdoa dan beribadah adalah salah. Kita dapat mengartikan arti bertumbuh didalam Kristus dengan berbagai macam. Bertumbuh di dalam Kristus sama seperti benih yang dituai dan akan tumbuh dan menghasilkan buah yang sempurna. Pertanyaan bagi kita, bagaimana kita menciptakan kehidupan yang bertumbuh di dalam kristus? Karena itu melalui perikop yang kita baca ini, kita akan belajar bagaimana kita memiliki kehidupan yang bertumbuh di dalam Kristus. 1. Dasar Untuk Bertumbuh adalah Menerima dan Tetap Dalam Yesus (ay. 6) Saudara, ini adalah syarat yang mau tidak mau harus dialami setiap orang percaya. Masalahnya adalah tidak ada satu pertumbuhan yang dapat terjadi di luar Kristus. Pertumbuhan rohani sejatinya dimulai dari penerimaan dia akan Kristus di dalam ...

PIKIRAN YANG TERBUKA

PIKIRAN YANG TERBUKA Ketika Roh Kudus memimpin seseorang, maka Ia memimpin pikirannya, emosinya, kehendaknya, dan seluruh hidup pribadinya. Di dalam pimpinan Roh Kudus itulah, Ia memberi pengertian kepada kita, sehingga kita mengetahui apa yang baik, apa yang tidak baik, apa yang benar, apa yang tidak benar. Roh Kudus memimpin manusia untuk hidup sebagai anak- anak Allah. Orang yang dipimpin Roh Kudus adalah anak-anak Allah. Orang yang disebut anak-anak Allah, seharusnya taat dan menikmati pimpinan Roh Kudus. Roh kudus memimpin kita hanya dengan satu cara, yaitu melalui firman dan melalui kesaksian dan gerakan yang berasal dari firman. Roh Kudus tidak pernah memimpin kita di luar firman, Roh Kudus memimpin kita dengan firman Kebenaran. Ketika kita membaca, merenungkan firman, Roh Kudus memimpin, menggerakkan. Kadang-kadang jika kita ingin mengerjakan sesuatu yang tidak beres, bila kita adalah orang yang sudah diselamatkan, pasti merasakan satu ganjalan di dalam hati nurani kita, y...

Nabi-Nabi palsu

Nabi-Nabi Palsu Yeremia 23:16-32 Saudara  saudaraku yang dikasihi Tuhan,  kehadiran nabi-nabi palsu  memang sangat  membingungkan umat Tuhan.  Mereka menganggap berita yang disampaikan adalah berita yang benar dan seakan akan sebagai utusan Tuhan,  Allah Israel. Padahal mereka bukan utusan Allah. Mereka sebenarnya pemuja dewa baal. Berita-berita yang disampaikan bukan lagi berita dari Allah.  Ketika Yeremia mengingat kan Israel,  nabi-nabi palsu menghasut umat Allah untuk melawan Yeremia sambil menuduh  bahwa Yeremia telah menghujat nama Allah.  Tentu saja Bangsa Israel sangat marah kepada Yeremia.  Sebab dalam ketentuan hukum taurat,  yanf menghujat nama Allah patut dihukum mati. Untuk kesekian kalinya Allah mengutus Yeremia untuk menjumpai Israel umat pilihan Allah berharap  umat pilihannya itu bisa sadar. Adalah tugas kita untuk menyampaikan suara kenabian di tengah-tengah belantara kesombongan manusia.  Ada...

MENJADI SAKSI KRISTUS

MENJADI SAKSI KRISTUS Hidup selalu punya arah dan tujuan. Kalau tidak ada, maka kita akan terombang-ambing dan tidak fokus. Menjadi orang Kristen adalah menjadi saksi Yesus Kristus. Gereja pun demikian, untuk menjadi saksi Kristus di dunia. Menjadi saksi akan Yesus Kristus dalam artian yang paling mendasar adalah memiliki sebuah kesaksian yang pasti dan pribadi bahwa Dia adalah Putra ilahi Allah, Juruselamat dan Penebus dunia. Para rasul zaman dahulu mengetahui bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan dan berbicara dari pengalaman pribadi tentang kesungguhan kebangkitan-Nya. Meskipun demikian, seorang saksi akan Kristus tidak perlu melihat-Nya atau masuk ke hadirat-Nya. Ketika Petrus bersaksi kepada Yesus, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup,” Tuhan menjawab bahwa pengetahuan ini tidak datang sebagai akibat dari kedekatan atau pengalaman jasmani Petrus dengan Yesus melainkan karena Bapa-Nya yang di Surga telah menyatakannya kepadanya (lihat Matius 16:15–17). Bersaksi bag...

TUHAN ITU SANGAT BAIK

TUHAN ITU SANGAT BAIK Tuhan itu memang baik. Ini adalah suatu pernyataan yang memang harus kita pegang selama kita hidup. Baik suka maupun duka, kita harus tetap mengatakan bahwa Tuhan itu baik. Coba lihat Ayub yang mengalami suatu masalah yang bertubi-tubi dan berkepanjangan, Ayub tetap mengatakan Tuhan itu baik dan tidak pernah dalam hidupnya menista Tuhan. Pemazmur Asaf juga mengatakan dalam suatu kesempatan bahwa sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya. (Mazmur 73:1). Mengapa dia dapat menyimpulkan hal ini? Pada awalnya, Asaf sebenarnya kecewa kepada Tuhan karena cemburu melihat orang fasik dan orang yang tidak mengenal Tuhan seakan diberkati dan tidak ada sakit penyakit serta kesusahan yang mereka derita. Asaf menyangka bahwa Tuhan memberkati mereka, padahal sebenarnya tidak. Asaf baru menyadari bahwa orang fasik dan orang yang tidak mengenal Tuhan akan mengalami kebinasaan. Dan dia mengetahui hal tersebut dalam suatu penglihat...