KEBERANIAN MENYATAKAN KEBENARAN Kisah Para Rasul 4:18-31 Saat seperti ini setiap orang bisa berkomentar apa saja. Kepada siapa saja dan kapan saja kepada setiap orang, seolah-olah sudah tidak ada batas pengendali. Bagi seseorang dalam mengukapkan isi hatinya, mengukapkan kesenangan, kesedihan, kebencian, dendam, kebenaran dsb. Jika masih mampu berbicara yang baik itu merupakan suatu kebahagiaan, tetapi jika yang disampaikan justru yang menyengsarakan, menyedihkan, itu sangat memberatkan bagi kehidupan setiap orang. Kalau kita melihat kesempatan yang ada, tentu kita menyadari bahwa itu semua tidak bisa diterima dengan baik dan benar. Keadaan seperti sekarang ini justru membuka cakrawala kepada setiap orang untuk dapat menilai setiap komentar dan bagaimana mengambil sikap yang benar akan segala peristiwa yang ada. Hal ini belum lagi ditunjang jika terjadi perbedaan status, maka setiap pertimbangan atau pendapa yang muncul selalu memerlukan pengujian secara seksa,a. Mungkin ...