Langsung ke konten utama

Postingan

TUHAN PENCIPTA DAN PEMBEBAS UMATNYA

TUHAN PENCIPTA DAN PEMBEBAS UMATNYA Yeremia 32:16-21;Kisah 16:25-34 Ada tiga hal yang dapat direnungkan yaitu : (a). Tuhan itu pencipta, dan tiada yang mustahil bagi pencipta itu. Tiada yang tidak mungkin bagi Tuhan. (b). Tuhan bertindak adil dan tidak pernah ingkar janji, Tuhan itu setia dan adil. (c). Tuhan adalah pembebas. Tuhan pencipta Tuhan sebagai pencipta dari yang tidak ada menjadi ada. Saat ini kita sedang merayakan kelahiran seorang anak yang lahir di Betlehem dua ribu tahun lalu yaitu bayi Yesus. Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, Tuhan yang membebaskan Israel dari Mesir adalah Tuhan yang sama yang memungkinkan kelahiran Juruselamat dari seorang dara Maria. Tiada yang mustahil bagiNya. Tuhan itu adil dan setia Ia memberitakan damai sejahtera kepada bangsa-bangsa, dan dinamai Immanuel, Tuhan beserta kita. Kasih setia Tuhan senantiasa bagi umatNya yang mengikuti perintah-perintahnya, dan Dia menindak dengan benar, mengajar dengan tepat umatNya, termasuk kita ...

Dialah Damai Sejahtera yang telah mempersatukan

Dialah Damai Sejahtera yang telah mempersatukan Efesus 2:14 Setiap hari Natal tiba, kita disegarkan dengan berita damai bahwa sang bayi Natal telah lahir, sang Damai Sejahtera telah tiba. Berita ini membuat semangat baru dan motivasi baru agar kita mau menjadi penerima Damai Sejahtera Nya. Datangnya sang bayi Natal Yesus Kristus Pertama, natal adalah perayaan tentang kedatangan Yesus Kristus, Juruselamat dunia dan merupakan bukti sapaan dan solidaritas Allah atas kasih dan kepedulian Nya terhadap umat manusia yang berdosa dan menderita. Allah hadir dalam diri Yesus Kristus yang Rahmani dan Rahimi, menjadi penolong dan pembebas yang sejati. Dialah sang Damai Sejahtera Hal kedua, Paulus menegaskan bahwa bayi Yesus yang datang dalam peristiwa natal ini adalah sang Damai Sejahtera sendiri. "Karena Dialah damai sejahtera kita," (Efesus 2:14a). Hal ini juga ditegaskan Yesaya. "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita...dan nam...

HIDUP YANG SALING MEMBERKATI

HIDUP YANG SALING MEMBERKATI Cukupkah kekuatan kita untuk menghadapi berbagai masalah hidup sendirian? Mungkin untuk sementara kita bisa berkata cukup, tapi untuk jangka waktu lama tentunya akan sangat sulit jika kita hanya sendirian. Dan Tuhan pun tidak pernah menciptakan manusia sebagai mahluk-mahluk individualis. Tuhan menciptakan manusia sebagai mahluk sosial yang harus saling terhubung dan terintegrasi agar dapat terus berjalan ke arah yang lebih baik. Tuhan bahkan menyatakan bahwa tidaklah baik apabila manusia itu sendirian. "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja.." (Kejadian 2:18). Itu artinya manusia memang diciptakan sebagai mahluk sosial yang saling terkait dengan sesamanya. Kita adalah bagian integral dari masyarakat majemuk. Ada saat ketika kita akan tahu bahwa kita butuh orang lain untuk bisa bertahan hidup. Lingkungan yang sulit, dunia yang jahat dan sebagainya setiap saat akan membuat kita semakin lama semakin lemah. Disaat seperti itu kita b...

BERBAGI BERKAT KEPADA SESAMA

BERBAGI BERKAT KEPADA SESAMA MATIUS 14:13-21 Langit dan bumi ini memang diciptakan oleh Allah untuk menjadi tempat bagi manusia. Seperti yang sering diberitakan, baik melalui koran maupun radio dan televisi, sebagian dari penduduk dunia ini, yang jumlahnya mencapai puluhan juta jiwa menderita kelaparan. Keadaan mereka yang lapar betul betul memprihatinkan. Mereka sudah tidak mampu lagi membeli makanan. Disamping itu juga ratusan anak yang mati setiap hari karena kekurangan gizi. Bagi mereka, hidup ini betul-betul merupakan suatu penderitan. Mereka tidak pernah membayangkan bahwa pada suatu saat akan dapat menikmati kesejahteran sebagaimana yang selayaknya dirasakan oleh manusia. Baru saja kita membaca tentang tanggung jawab Yesus setelah melihat orang banyak mengalami kelaparan. Saat itu Tuhan Yesus mengajar orang banyak. Yang jumlahnya sekitar 5000 orang. Jumlah yang cukup besar. Kalau pada saat itu sebagian di antara mereka kelaparan bukan karena lupa membawa roti dan ika...

KEPALSUAN

KEPALSUAN MATIUS 7:15-23 Berbicara tentang keplasua, kita sering dbuat ngeri karenanya. Betapa tidak? Ambil saja contoh tentang kepalsuan bidang perdagangan. Misalnya oli, sekarang banya beredar oli yang kemasan dan merek sama persis dengan yang asli. Tetapi beggitu dimasukkan dalam mesin, abru tahu kalau oli tadi palsu. Sebab mesin yang semula suaranya halus menjadi kasar. Juga bahan bakar bemsin. Padahal kepalsuan tidak hanya terjadi dalam perdgangan oli atau bensin saja. Kepalsuan juga terjadi di bidang-bidang lain, termasuk dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai, senyum palsu, kebaikan palsu dsb. Tentunya ini akan menimbulkan akibat atau dampak yang kurang baik. Atau bahkan sama sekali merusak tanta kehidupan umat manusia. Saudara, akar dari segala kepalsuan yang terdapat dalam hidup manusia adalah upaya pencapaian “keuntungan” secara cepat. Kalau dalam dunia perdagangan, upaya mencapai keuntungan yang cepat salah satunya adalah membuat...

HARTA BUKANLAH JAMINAN UTAMA

HARTA BUKANLAH JAMINAN UTAMA LUKAS 12:13-21 Dalam tradisi gereja yang dipengaruhi semangat pietis (kesalehan pribadi) perumpamaan tadi sering ditafsirkan sebagai peringatan dari Tuhan Yesus bahwa orang Kristen tidak boleh melakukan pekerjaan bisnis atau menjadi pedagang. Sebab dalam dunia perdagangan tadi unsur tipu-menipu, tamak/rakus merupakan sesuatu yang sering dilakukan. Perbuatan yang demikian merupakan pelanggaran moralitas Kristen yang bisa menghantar manusia masuk dalam neraka. Sebenarnya bukan hanya di bidang ekonomi perdagangan saja yang terjadi pelanggaran moralitas Kristen. Setiap pekerjaan, atau pekerjaan sehari-hari yang selama ini kita tekuni juga bisa menimbulkan pelanggaran moralitas Kristen, apabila dalam menekuni pekerjaan tadi tidak dihayati sebagai hakekat pelayanan bagi Allah. Orang yang dalam melaksanakan pekerjaan tanpa menyadari hakekat pelayanan tadi, pada suatu saat akan mengalami krisis   moral yang bisa berupa penyalah gunaan kekuasaan, kor...

TAAT HUKUM

TAAT HUKUM Matius 5:17-48 Tuhan Yesus sangat menaati hukum Taurat. Bahwa hukum Taurat yang bersumber pada sepuluh hukum itu intinya ialah, menghormati Allah, menghormati sesama, menghormati kepemilikan dan menghormati diri sendiri. Maka ketaatan Tuhan Yesus terhadap hukum berarti taat kepada inti hukum taurat itu. Ketaatan Tuhan Yesus terhadap hukum taurat bukan seperti ketaatan orang-orang Farisi.morang Farisi hanya taat kepada kata-kata dalam hukum taurat yang diuraikan sedemikian rinci, seperti yang disebut didepan, yakni tidak membawa beban berat pada hari sabat. Sedangkan Tuhan Yesus taat kepada inti hukum Taurat. Bahkan bukan hanya hukum taurat saja. Tuhan Yesus juga mempermaklumkan hukum yang baru yaitu, hukum kemerdekaan , hukum kebebasan. Hukum yang dipermaklumkan Tuhan Yesus memberi kebebasan kepada setiap orang untuk memahaminya dan memberlakukannya. Dan itu tidak harus seragam. Yang terpenting adalah, menghormati Allah, sesama, menghormati kepemilikan dan mengho...