Langsung ke konten utama

Postingan

HIDUP YANG BERHIKMAT

HIDUP YANG BERHIKMAT Salomo adalah salah satu tokoh yang terkenal dekat dengan Allah. Pada permulaan masa pemerintahannya, Salomo berdoa memohon hikmat, hati yang paham menimbang perkara, dan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat (1 Raja-raja 3:9). Dan Allah mengabulkannya, bahkan ia bukan hanya memperoleh hikmat tetapi juga kekayaan, kehormatan, dan umur panjang. Sampai suatu kali Salomo dihadapkan pada perkara dua orang perempuan sundal yang memperebutkan seorang bayi. Masing-masing dari mereka mengaku bahwa bayi yang masih hidup adalah bayinya dan yang sudah mati adalah bayi yang lain. Namun dengan hikmat yang berasal dari Allah, akhirnya Salomo mengambil cara yang bijak dan membuat keputusan dengan adil. Sebuah hikmat berawal dari sikap yang mau tunduk dengan penuh kerendahan hati kepada kedaulatan Allah. Seperti Salomo yang meminta Allah membentuk hatinya agar bersikap benar dan adil dalam memimpin bangsa Israel yang jumlahnya sangat besar. Hikmat membawa hidup ja...

IMAN YANG KUAT

IMAN YANG KUAT Selama Anda masih berada di dunia ini, Anda masih membutuhkan iman. Berarti ketika Anda di surga Anda sudah tidak membutuhkan iman. Yang kekal adalah kasih Tuhan. Apakah arti iman yang sesungguhnya? Ibrani 11:1 : Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Ketika sesuatu hal yang mustahil menghampiri Anda, tetaplah berjalan walau Anda tidak melihat. Itulah iman. Lalu bagaimana Anda tetap mempertahankan kualitas iman? Setiap orang memiliki kualitas iman yang berbeda-beda. Maka dari itu Anda membutuhkan solusi untuk memperoleh kualitas iman yang baik. Kualitas iman menghasilkan apa yang Anda peroleh. Berikut ini adalah 4 kualitas iman yang perlu Anda ketahui : 1. Iman Anda bisa lemah atau kuat. Roma 4:19-20 : Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahuinya, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira- kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. Tetapi terhadap...

YANG DIKEHENDAKI OLEH ALLAH

YANG DIKEHENDAKI OLEH ALLAH “ Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup… Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?” (Yehezkiel 33:11) . Melalui nabi-nabi-Nya, Allah meramalkan sebuah masa depan kelam yang akan menimpa umat-Nya—ramalan tentang malapetaka yang dahsyat. Ia menjadi sakit hati karena mereka telah bersekutu dengan kaum penyembah berhala dan karena telah ikut menyembah berhala, keduanya disebabkan oleh ketidaksetiaan pada pernikahan dari pihak mereka. “Mereka berzinah dengan menyembah berhala-berhalanya” (Yeh.23:37). Lebih buruk lagi, korban yang mereka persembahkan bukan hanya kambing dan domba. Bahkan “anak-anak lelaki mereka yang dilahirkan bagi-Ku dipersembahkannya sebagai korban dalam api” (ay.37)—pengorbanan manusia. TUHAN, memerintahkan, “Biarlah bangkit sekumpulan orang melawan mereka dan biarkanlah mereka m...

IMAN YANG KOKOH

IMAN YANG KOKOH Tatkala kita diuji, biasanya kita cenderung untuk tidak percaya kepada Allah. Kita lebih suka mempercayai diri kita sendiri atau sahabat atau keadaan. Dan kita cenderung untuk berusaha sendiri, mencari jalan keluar dari masalah itu dengan tidak berharap kepada Allah dan menunggu pertolongan-Nya. Apa dan bagaimana supaya iman kita menjadi kuat?" Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka saya akan menyajikan beberapa hal yang memungkinkan iman kita bisa kuat, yaitu: 1. Membaca dan merenungkan firman Allah secara saksama. Melalui pembacaan firman Allah, dan secara khusus merenungkannya, maka kita semakin banyak mengenal hakikat dan sifat Allah. Dengan demikian, di samping mengenal kekudusan dan keadilan-Nya, kita semakin sadar bahwa Allah itu penuh kemurah hati, kasih, anugerah, belas kasihan, kuasa kebijaksanaan dan kesetiaan. Itu sebabnya, kita akan bertumpu pada kemampuan, kesanggupan dan kuasa Allah untuk menolong kita dalam situasi dan kondisi yang sulit. Si...

BEKERJA DAN BERDOA

BEKERJA DAN BERDOA Sebuah keseimbangan itu diperlukan dalam menjalani hidup . Kita tidak bisa melakukan satu hal saja dan melupakan yang lain. Tuhan memang bisa menurunkan berkatNya dalam keadaan apapun. Benar bahwa Yesus berkata  “Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” (Matius 21:22). Kuasa doa memang luar biasa besarnya. Tetapi ingat pula bahwa Tuhan tidak menginginkan anak-anakNya menjadi orang-orang yang malas dan manja, hanya mau terus meminta tanpa mau melakukan apapun. Berkali-kali Tuhan mengungkapkan ketidaksukaanNya terhadap orang yang malas. Lihatlah bagaimana kerasnya Tuhan menghadapi orang yang malas dalam “perumpamaan tentang talenta” yang tertulis di Matius 25:14-30. Begitu keras, sehingga Alkitab berkata  “Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”  (ay 30). Lihat pula teguran-teguran yang datang kepada orang malas d...

KASIH TIADA AKHIR

KASIH TIADA AKHIR           Memang kasih tanpa batas hanya mampu dilakukan orang yang beriman pada Tuhan Yesus karena Yesus lah gambaran atau contoh mengasihi tanpa batas. DIa datang ke dunia ini untuk menebus dosa manusia dan menyelamatkannya. Dia sampai menyerahkan nyawaNya agar manusia memperoleh kehidupan yang kekal.         Misi Tuhan itulah yang diteruskan oleh Rasul Paulus kepada umat yang ada di Roma. Misi Tuhan itulah yang mempersatukan ditengah-tengah perpecahan di jemaat Roma. Misi Tuhan yang mempersatukan ini bertujuan agar hidup dan kehidupan jauh lebih baik dari sebelumnya. Ketika berbagai pengajaran terus berkembang dan mengajarkan untuk hanya mementingkan kelompok sendiri saja bahkan ada yang merasa berhak untuk menghancurkan yang tidak sepaham dengannya dengan berbagai bentuk legalitas sendiri, yang bahkan secara gegabah mempergunakan Tuhan sebagai alasan mereka dalam berbuat tindakan-tindakan yang tidak berperikemanusia...

KITA ADALAH KELUARGA

KITA ADALAH KELUARGA RUT 1:1-22 Dalam hidup (atau keluarga) kita, seringkali membuat keputusan. Ada yang besar maupun kecil, ada yang mudah maupun sulit, ada yang memiliki konsekuensi kecil maupun fatal. Dari kitab Rut kita akan belajar dari sebuah keluarga. Pada ayat pertama, dikatakan konteks dari kisah ini adalah jaman para hakim-hakim. Jika kita telusuri maka pada waktu Tuhan mengutus Musa memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, satu generasi pertama yangg sering tidak taat. Generasi pertama dibawah Musa begitu taat dan gentar akan Tuhan karena Musa selalu menekankan agar mereka takut pada Tuhan Allah. Jaman hakim-hakim adalah jaman dimana setiap orang berbuat menurut apa yang benar dimatanya. Sesungguhnya kita hidup di jaman yang sama dimana orang-orang tidak peduli lagi akan moralitas atau apa yang baik dan benar. Dalam hidup kita sering pula menghadapi dilema ini, di mana kita pun mengambil keputusan bukan dari pergumulan iman melainkan dari kalkulasi rasio kita....