Langsung ke konten utama

BELAJAR DARI KISAH HIDUP NIKODEMUS

BELAJAR DARI KISAH HIDUP NIKODEMUS
YOHANES 3:1-8


Nikodemus adalah seorang Yahudi. la dikenal  sebagai orang kaya yang patuh pada hokum taurat. la menemui Yesus pada malam hari, mungkin sebab ia takut dilihat orang. la menemui Yesus dengan maksud untuk mengenal-Nya secara lebih dekat. Nikodemus mengenal Yesus sebagai pembuat mukjizat. Namun, Yesus menarik Nikodemus dalam sebuah lingkaran yang tidak hanya membuatnya mengenal Yesus sebagai rabi dan utusan Allah, tetapi juga mengimani Yesus sebagai Putera Allah. Untuk itu, Nikodemus dituntut lahir secara baru. Yesus tidak menghendaki Nikodemus mengenalnya sebatas apa kata orang. Yesus menginginkan agar Nikodemus secara pribadi memiliki iman. Dilahirkan kembali berarti sebuah langkah maju dari sikap melihat, mendengar dan beriman kepada Yesus. Dengan itu, Nikodemus akan lebih dalam mengenal siapa Yesus dan memahami karya-karya-Nya. Melalui jalan itu pula, Nikodemus dapat melihat kehadiran Kerajaan Allah. Kitapun mungkin seperti Nikodemus. Kita dibaca atau dari pengajaran para ahli kitab dan teolog. Kita belum mengalami perjumpaan pribadi dengan-Nya dan mengenal Yesus secara pribadi. Kita menuntut banyak hal dari Yesus terutama tanda bahkan mukjizat dalam setiap pergumulan. Kita perlu dilahirkan kembali. Dalam situasi apa pun, kita perlu beriman secara sungguh-sungguh. Bahkan dalam pergumulan hidup sekalipun, barangkali di sana kita pun boleh berjumpa dan mengalami betapa baiknya Tuhan. Tuhan Yesus memberkati!. Amin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MELAYANI TUHAN DENGAN SEPENUH HATI

MELAYANI TUHAN DENGAN SEPENUH HATI 1 Petrus 5:1-6 Melayani menjadi satu respons yang indah ketika seseorang mengalami hidup yang diberkati Tuhan. Bukan saja mereka yang duduk di dalam jabatan, bukan saja mereka yang berada di dalam satu pelayanan di dalam gereja, setiap anak Tuhan sepatutnya dan seharusnya memiliki prinsip hidup kita adalah hidup yang melayani Tuhan. Surat 1 Petrus , khususnya pasal ke 5 adalah satu bagian dimana Petrus yang sudah tua sedang berbicara kepada hamba-hamba Tuhan yang masih muda, dan juga kepada badan-badan pengurus gereja dimana mereka melayani. Tetapi saya juga yakin dan percaya firman Tuhan ini relevan diberikan untuk setiap kita, memberi direksi bagaimana sikap kita, hidup kita melayani Kristus yang sudah datang terlebih dahulu sebagai Gembala kita yang agung yang melayani kita semua. Ada 3 Bagian tentang Hamba-hamba Tuhan yang Masih Muda Ada 3 bagian di sini, bagian pertama, ayat 1 berbicara mengenai dasar kenapa hidup kita melayani...

BERSYUKUR ATAS ANUGRAH PENYERTAAN TUHAN

BERSYUKUR ATAS ANUGRAH PENYERTAAN TUHAN Dalam sepanjang hidup ini, setiap dari kita tentunya sudah pernah merasakan  kebaikan Tuhan. Kita ada sampai dengan saat ini dalam keadaan yang baik tanpa kekurangan suatu apapun, juga merupakan salah satu anugrah serta kebaikan Tuhan yang patut kita syukuri. Bahkan sedikit atau banyak kita semua pasti pernah mendapatkan anugrah dari Tuhan, apakah itu berupa kesembuhan, berkat ataupun pertolongan Tuhan yang lain, sebab Yesus yang kita sembah adalah Tuhan yang penuh dengan kebaikan dan kemurahan. Kebaikan terbesar yang Tuhan nyatakan yaitu ketika Ia rela mengorbankan diriNya di atas kayu salib bagi keselamatan umat manusia, dan tidak ada yang dapat menandingi kebaikan Tuhan. Oleh sebab itu, setiap hari kita perlu bersyukur atas kebaikan yang Tuhan nyatakan. Jangan pernah mengeluhkan kondisi yang kita alami, sebab ketika kita dapat bersyukur kita akan dapat melihat kebaikan Tuhan yang lebih besar lagi. Mazmur 34:9 mengatakan kecaplah ...

SALING MENGHARGA ITU PERLU

SALING MENGHARGA ITU PERLU ROMA 12 : 10 Tuhan menghendaki agar kita saling mengasihi dan saling mendahului dalam memberi hormat Sebuah kalimat mengatakan: “Jika anda membenci perbedaan, anda sejatinya membenci seluruh manusia. Karena semua manusia diciptakan berbeda, tak ada yang sama bahkan anak kembar sekalipun.” Dalam lingkup yang paling kecil yaitu keluarga, kita pasti sudah menemukan banyak perbedaan, beda pendapat, pemikiran, kepribadian, kebiasaan, minat, dan lain sebagainya. Perbedaan itu akan semakin besar jika kita melihat dalam lingkup masyarakat dan negara. Negara kita adalah negara yang memiliki begitu banyak perbedaan, namun justru di situlah letak kekayaan dan kekuatan kita. Tentu kita akan mengalami perbedaan pendapat dan saling bergesekan dalam berbagai aspek, namun jika kita tetap saling menghargai, gesekan itu justru menajamkan pikiran, cara pandang, dan juga wawasan kita. Perbedaan itu harus kita syukuri dan hargai. Kita tidak harus mempunyai pikiran ya...