Diberkati di dalam Tuhan
Mungkin kita sudah sering mendengar kata " BERKAT " atau mendengar khotbah tentang " BERKAT " dan tema ini di perbincangkan. Ada yang beranggapan kalau saya jadi orang Kristen (orang percaya) maka hidup saya akan di berkati, dan kita berfikir bahwa kita tidak akan mengalami masa sulit. Padahal anggapan itu tidak benar 100 %, sebab Alkitab jelas mencatat dalam (Yeremia 17:7), yang diberkati adalah orang yang mengandalkan Tuhan dan bukan mengandalkan kepandaian atau pengalamannya. Semua orang diberkati Tuhan tanpa terkecuali, termasuk orang yang tidak percaya pun diberkati. Kita selalu berangapan kalau BERKAT itu berupa uang atau harta yang melimpah, padahal Kesehatan, Kepandaian, itu juga berkat Tuhan yang kadang kita lupakan. Kita berfikir kalau saya beribadah, beramal kebaikan, maka berkat saya akan melimpah, ada orang rajin datang beribadah karena yang dikejar hanya BERKAT Tuhan saja. Padahal hidupnya mengandalkan kemampuannya sendiri dan tidak melibatkan Tuhan dalam hidupnya.
Ada 3 Karakter orang diberkati Tuhan.
1, Mengandalkan Tuhan (Yeremia 17:7)
2, Berkeja keras pantang menyerah (2 Tesalonika 3:10)
3, Bersyukur dalam segala hal (1 Tesalonika 5:18)
2, Berkeja keras pantang menyerah (2 Tesalonika 3:10)
3, Bersyukur dalam segala hal (1 Tesalonika 5:18)
Contoh mengandalkan Tuhan bukan berarti kita bilang sama Tuhan, Tuhan saya mengandalkan Tuhan dan saya hanya duduk manis saja, tanpa berbuat sesuatu. Maksudnya kita ketika kita memulai pekerjaan kita berdoa, Tuhan mampukan dan berikan saya kemampuan agar saya bisa melakukan dengan baik. Itu artinya kita mengandalkan Tuhan, ketika kita mengandalkan Tuhan maka Tuhan akan campur tangan dalam kehidupan kita.
Alkitab tidak mengajarkan kita jadi orang malas, rasul Paulus mengatakan dalam (2 Tesalonika 3:10) " Jika seorang tidak bekerja janganlah ia makan. " Kita akan jadi orang sukses kalau kita pantang menyerah dan berfikir maju kedepan. Mengapa Ishak bisa menjadi kaya, karena Ishak diberkati Tuhan dan Ishak adalah orang yang rajin (Kejadian 26:12) " Maka menaburlah Ishak di tanah itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN."
coba kita bayangkan kalau Ishak pada waktu itu tidak mau menabur, tidak melakukan tindakan apakah ia bisa jadi orang kaya secara tiba-tiba. Contoh lain adalah ; Yakub, Yusuf.
coba kita bayangkan kalau Ishak pada waktu itu tidak mau menabur, tidak melakukan tindakan apakah ia bisa jadi orang kaya secara tiba-tiba. Contoh lain adalah ; Yakub, Yusuf.
Alkitab mengatakan mengucap syukurlah dalam segala hal (1 Tesalonika 5:18), jadi mau sedang dalam kesulitan, pergumulan, sakit penyakit, tetap kita mengucap syukur. Karena dibalik semuanya itu ada maksud Tuhan (Rencana Tuhan) dalam kehidupan kita. Jangan mengucap syukur kalau kita diberkati tetapi mengeluh (bersungut-sungut) kalau kita sedang ditimpa persoalan (masalah). Tetap lakukan apa yang firman Tuhan katakan, dan ayat ini menjadi kekuatan bagi kita, " Dahulu aku muda, sampai menjadi tua, tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; (Mazmur 37:25).
Sebagai anak-anak Tuhan kita berhak janji Tuhan, asalkan hidup kita sesuai dengan kehendak-Nya. Jangan sedih atau kecil hati atau frustasi kalau sampai hari ini, hidup kita kok begini-begini saja. Tetap berusaha dan tekun dengan yang kita lakukan dan andalkan Tuhan, akan ada masanya dimana posisi kita akan Tuhan angkat naik. Kita akan jadi kepala dan bukan ekor, kita akan naik dan bukan turun. Yang jadi perbedaan antara anak Tuhan dan bukan anak Tuhan adalah PENYERTAAN dan PEMILIHARAAN Tuhan. Maka kamu akan melihat perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya. (Maleakhi 3:18).
Apapun masalahmu dan persoalanmu sekarang tetaplah, hidup kita seturut kehendak Tuhan, Tuhan tolong kita sekalian. Tuhan Yesus memberkati!. Amin
Komentar
Posting Komentar