Rahasia
Ucapan Syukur
Efesus 5:20

Ada
dua kata penting yang terkandung di dalam ayat ini yaitu kata “senantiasa” dan
kata “segala sesuatu”, dan menarik sekali bahwa kedua kata ini dihubungkan
dengan hal ucapan syukur. “Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam
nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita”.
Kata
“senantiasa” berbicara atau menunjuk kepada masalah waktu sedangkan kata
“segala sesuatu” berbicara atau menunjuk kepada masalah situasi dan kondisi.
Dengan kata lain maksud ayat ini adalah kita harus mengucap syukur kapan saja
yaitu entah pagi hari, siang maupun malam dan dalam keadaan apa saja entah baik
atau tidak baik, menguntungkan atau merugikan, menyenangkan atau menyedihkan.
Namun
kenyataan yang kita alami dalam pengalaman hidup sehari-hari hanya menunjukkan
bahwa kebanyakan di antara kita hanya mau mensyukuri hal-hal yang baik,
menyenangkan, menguntungkan dan menggembirakan saja. Jika sembuh dari sakit,
jika lulus ujian, jika mendapat pekerjaan, dll, adakah yang bersyukur justrus
pada saat ia tidak lulus ujian? Atau malah dikelurkan dari pekerjaan?
Ah...rasa-rasanya sulit. Memang mengucap syukur akan hal-hal yang merugikan,
menyakitkan., itu bukan sesutau yang gampang tetapi juga bukanlah sesuatu yang
tidak mungkin.
Lalu
bagaimana agar kita dapat melakukannya? Bagaimana kita dapat belajar untuk
bersyukur kepada Tuhan senantiasa dan dalam segala sesuatu? Bagaimana kita
dapat bersyukur dalam keadaan yang paling pahit sekalipun?
Berikut
ini ada tiga saran prkatis yang dapat membuat kita sanggup melakukannya:
Pertama,
Pahamilah hati Allah
Hidup
ini tidak kirang dengan apa yang namanya penderitaan, kemalangan, kerugian,
kegagalan, pengkhianatan dan masih banyak lagi sejenisnya.
Mungkin
pergumulan hidup membuat engkau tidak dapat melihat tangan Allah lagi, semua
terasa gelap dan pekat, tetapi percayalah akan satu hal yaitu hati Allah yang
penuh kasih. Pehemilah ini. Tangan-Nya sedang merenda suatu karya yang agung
mulia. Saatnya akan tiba nanti di mana engkau dapat melihat pelangi kasih-Nya,
jika demikian mengapa engkau tidak bersyukur kepada-Nya?
Kedua,
Bangdingkanlah dengan kemungkinan yang lebih buruk
Dengan
mengucap syukur Allah, maka Ia akan membuat berbagai perkara sehingga kita
dapat bersyukur lagi kepada-Nya. Bandingkanlah apa yang sementara engkau alami
dengan kemungkinan yang lebih buruk dari itu, maka dari dalam hatimu akan
mengalir puji-pujian dan ucapan syukur kepda-Nya.
Ketiga,
belajarlah untuk selalu melihat ke “Bawah”
Perasaan
tidak puas adalah suatu penyakit yang berbahaya bagi jiwa seseorang. Memang,
jika kita mau berpikir lebih dalam maka sebenarnya apa yang Tuhan berikan bagi
kita adalah yang terbaik bagi kita. Puaskanlah hati kita dan syukurilah itu
sambil belajar untuk tetap melihat kebawah. Akhirnya sekali lagi: “ucaplah syukur senantiasa atas segala
sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita”. Tuhan
Yesus memberkati!. Amin
sumber gambar: http://sigit-rh.blogspot.co.id
Komentar
Posting Komentar