Langsung ke konten utama

Postingan

MERENDAHKAN DIRI DIHADAPAN TUHAN

MERENDAHKAN DIRI DIHADAPAN TUHAN EFESUS 5:21   Merendahkan diri kepada orang lain adalah sikap dimana kita tidak menganggap diri kita lebih penting, lebih terhormat dan lebih berharga dari pada orang lain. Atau dalam kata lain, ini adalah sikap menganggap orang lain lebih penting dari pada kita. Dengan sikap ini, maka kita tidak akan pernah memperlakukan orang lain dengan sewenang-wenang dan kita dapat lebih menghargai orang lain apapun kedudukan sosial mereka, apapun jabatan mereka, berapapun umur mereka, apapun agama mereka, apapun warna kulit mereka, apapun suku bangsa mereka, bagaimanapun tingkat intelektual mereka, dan bagaimanapun keberadaan fisik dan mental mereka. Sikap ini akan membuat kita saling menghargai seorang dengan yang lain, sehingga tercipta sebuah hubungan yang harmonis. Tidak ada pertikaian, pertengkaran, permusuhan, karena seorang dengan yang lain merasa, yang lain lebih penting dan utama, dan mereka merasa wajib melayani mereka dengan kasih yang t...

KASIH PERSAUDARAAN

KASIH PERSAUDARAAN 1 Yohanes 2:3-11 Sebagai negara yang beraga agama, suku dan ras, Indonesia sangat rawan terhadap perpecahan. Hal ini terbukti dengan banyaknya peristiwa yang terjadi di indonesia akhir-akhir ini yang mengancam terjadinya perpecahan. Kerawanan perpecahan ini sengaja dipakai oleh para elit politik yang mempunyai kepentingan untuk mempertahankan kedudukan mereka. Titik kelemahan ini perlu dicermati bersama, terutama menjelang Pemilu yang akan diadakan beberapa bulan lagi, supaya kita tidak terjebak dalam permainan yang dijalankan oleh para elit politik tersebut. Dan tanpa kita sadari, kita dipakai sebagai alat pemecah belah persatuan. Terancamnya kasih persaudaraan inilah yang juga terjadi dalam bacaan kita hari ini. Terancamnya persaudaraan ini terjadi karena munculnya ajaran-ajaran sesat yang disebarkan oleh para penyesat. Dan menurut penulis 1 Yohanes ini, para penyesat itu ada di antara mereka sendiri. Adapun ajararan yang disebarkan oleh penyesat itu be...

IMAN MENGONTROL LIDAH

IMAN MENGONTROL LIDAH YAKOBUS 3:1-12 Ucapan manusia mencerminkan hati manusia itu sendiri. Karena ucapan seseorang semua berasal dari hati. Ada 3 gambaran yang dipakai Yakobus untuk menggambarkan bagaimana Lidah dapat memberi berkat ( positif) dan bahaya dalam hidup ( negatif) 1. Kekang dan Kuda Mulut kuda dipasang atau dikenakan kekang sehingga kuda dapat menuruti kehendak penunggangnya dan penunggangganya dapat mengendalikan seluruh tubuhnya. Gambaran ini hendak mengatakan perlu mengekang lidah untuk mengontrol dan mengendalikan seluruh perkataan kita sehingga tidak dipakai untuk mengeluarkan kata-kata yang merusak dan menghancurkan. Dengan mengekang lidah berarti Hidup dan perkataan kita dikendalikan oleh Tuhan dan kita dapat dipakai seturut dengan kehendakNya. Sama seperti kekang yang kecil dalam kuda tetapi punya dampak besar mengontrol dan mengendalikan seluruh tubuh kuda demikian lidah organ tubuh yang kecil dapat mempengaruhi dan memberi dampak besar dalam tubuh s...

KARENA IMAN

KARENA IMAN Sebelum Kedatangan Kedua Juruselamat—dan berdasarkan pada waktu ilahi-Nya—Injil harus dibawa kepada setiap bangsa, suku, bahasa, dan kaum sampai itu memenuhi seluruh bumi. yang lapar secara rohani, mukjizat akan dilaksanakan oleh tangan Tuhan. Misionaris dari banyak kebangsaan akan melayani Tuhan di seluruh bumi. Gedung-gedung Gereja baru dan banyak lagi bait suci akan dibangun untuk memberkati Orang-Orang Suci, sebagaimana telah dinubuatkan mengenai pertumbuhan pramilenium Gereja. Anda mungkin bertanya, “Dari mana sumber-sumber keuangan akan datang untuk mendanai pertumbuhan ini?” Sumber-sumber akan datang dari para anggota yang setia melalui persepuluhan dan persembahan mereka. Sewaktu kita melakukan bagian kita, Tuhan akan memberkati kita dengan kemakmuran dan dengan kebijaksanaan untuk memfokuskan benak kita pada hal-hal yang paling penting dalam kehidupan: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (...

PANGGILAN TUHAN

PANGGILAN TUHAN Hidup sesuai dengan panggilan Tuhan berarti menyadari bahwa sebagai anak-anak Tuhan kita adalah satu di dalam tubuh Kristus.  Oleh karenanya kita harus saling mengasihi dan bertolong-tolongan satu dengan yang lain,  "...bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran."  (1 Yohanes 3:18).  Jadi,  "...kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"  (Efesus 2:19). Tuhan memanggil kita memiliki tujuan yang jelas dan telah ditetapkan oleh Dia sendiri. Bukan berdasarkan maunya kita. Yohanes menulis: “Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu” – Yohanes 15:16b . 1.      Tuhan memilih dan memanggil kita supaya kita produktif. Tuhan memilih dan memanggil kita memiliki tujuan ...